Berita Sekolah19 April 2026• 5 menit baca

Implementasi Pembelajaran Berbasis Industri pada Program Keahlian Manajemen Logistik di SMKN 43 Jakarta

Pembelajaran Jurusan Manajemen Logistik

A

Admin Kurikulum

Penulis

Implementasi Pembelajaran Berbasis Industri pada Program Keahlian Manajemen Logistik di SMKN 43 Jakarta

Dalam rangka meningkatkan kualitas lulusan yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja, SMKN 43 Jakarta secara konsisten mengimplementasikan pembelajaran berbasis industri pada Program Keahlian Manajemen Logistik. Kegiatan pembelajaran dirancang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga pada penguatan keterampilan praktik yang sesuai dengan standar operasional di dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Salah satu bentuk implementasi tersebut tercermin dalam kegiatan praktik yang meliputi tahapan packing (pengemasan), inbound (penerimaan barang), dan storage (penyimpanan barang). Ketiga tahapan ini merupakan bagian integral dalam sistem manajemen rantai pasok (supply chain management).

Pada tahap awal, peserta didik melaksanakan kegiatan pengemasan barang sesuai dengan prosedur yang berlaku. Kegiatan ini mencakup:

• Pemilihan dan penggunaan bahan kemasan yang tepat

• Penataan produk secara sistematis untuk menghindari kerusakan

• Penggunaan alat bantu pengemasan seperti lakban dan plastik pelindung

• Pemberian label sebagai identitas barang

Melalui kegiatan ini, peserta didik dilatih untuk memiliki ketelitian, kerapihan, serta pemahaman terhadap standar keamanan dalam proses distribusi barang.

Tahap berikutnya adalah proses inbound, yaitu kegiatan penerimaan barang yang masuk ke gudang. Pada tahap ini, peserta didik melakukan:

• Pemeriksaan fisik barang yang diterima

• Pencocokan jumlah dan jenis barang dengan dokumen pendukung

• Pencatatan data barang masuk (logging) secara sistematis

• Penempatan sementara sebelum proses penyimpanan

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam hal ketelitian administrasi, akurasi data, serta koordinasi kerja tim.

Setelah melalui tahap penerimaan, barang kemudian disimpan pada area gudang (storage). Dalam kegiatan ini, peserta didik:

• Menata barang pada rak sesuai dengan klasifikasi tertentu

• Menerapkan sistem penyimpanan yang efektif dan efisien

• Menjaga kerapihan, kebersihan, dan keamanan area gudang

• Memastikan kemudahan dalam proses pencarian dan pengambilan barang

Tahap ini memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai pentingnya manajemen ruang dan pengendalian persediaan dalam operasional logistik.

Selain penguasaan keterampilan teknis, kegiatan pembelajaran ini juga mendorong penguatan karakter peserta didik, seperti disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama dalam tim. Interaksi yang terjalin dalam kegiatan praktik juga mencerminkan kesiapan peserta didik dalam menghadapi lingkungan kerja profesional.

Melalui implementasi pembelajaran berbasis praktik yang terstruktur dan berkelanjutan, Program Keahlian Manajemen Logistik di SMKN 43 Jakarta mampu memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, diharapkan lulusan memiliki kompetensi yang unggul serta mampu beradaptasi dengan dinamika dunia kerja di bidang logistik dan manajemen rantai pasok.

Tag:

SMKN 43PendidikanSekolah

Bagikan: